Wednesday, November 17, 2010

Pengungsi Merapi dan Idul Adha


Para korban Merapi yang mengungsi di Stadion Maguwoharjo Sleman kurang merasakan suasana Idul Adha yang diperingati oleh umat Islam di dunia. Pengungsi merindukan menu masakan yang biasa disajikan pada saat Idul Adha.

Salah satu pengungsi Marsih, warga Dusun Kopeng Cangkringan-Sleman mengaku sedih tak merasakan suasana Idul Adha. Dalam kondisi normal, daging yang didapatkan biasanya diolah sesuai dengan selera keluarga. Sementara di pengungsian, ia tak mendapatkan hal tersebut.

Daging kurban itu dimasak di dapur umum Stadion Maguwoharjo. Bahkan kemarin pengungsi mendapatkan daging kurban pada pukul 9 malam.

"Kalau di rumah lebih enak dengan keluarga, kalau disini masakan yang diberikan tidak jelas rasanya, seperti gulai juga tidak" katanya kepada VIVAnews di Stadion Maguwoharjo Sleman Rabu 17 November 2010.

Siang ini, sapi dan kambing masih dalam proses pemotongan, dan belum diolah menjadi masakan. Pemotongan ini dilakukan di utara Stadion Maguwoharjo. Pengungsi ini berharap agar masakan yang diolah sama seperti masakan yang biasa dimasak seperti gulai atau sate.

Disamping itu, pengungsi sudah tidak kerasan di pengungsian. Mereka tidak betah karena tidak melakukan kegiatan apa-apa. Berbeda jika di rumah, ia bisa melakukan pekerjaan sehari-hari.

Thursday, November 11, 2010

Gayus


SURABAYA - Satgas Pemberantas Mafia Hukum memiliki keyakinan bahwa foto seseorang di lapangan tenis yang mirip Gayus Halomoan Tambunan adalah 99 persen Gayus.

"Namun demikian masih membutuhkan keahlian dari tim forensik, karena ini menyangkut bukti hukum," kata Anggota Satgas Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa, usai diskusi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (11/11/2010).

Mas Ahmad mengaku sudah empat kali bertemu dengan Gayus. Pertemuan pertama ketika menjemput sang miliader ini di Singapura. Kemudian bertemu beberapa kali di Pengadilan saat Gayus memberi kesaksian terkait kasus mafia pajak.

Hanya saja, kata Mas Ahmad, Gayus saat ini sedikit gemuk. "Gayus sekarang sedikit chubby (tembem), berbeda saat ketemu pertama kali di Singapura," jelasnya.

Namun demikian, Satgas akan membentuk tim investigasi terkait persoalan ini. Tim tersebut sudah terbentuk dua hari lalu dan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Meski belum ada bukti yang pasti, namun sempat memberikan apresiasi kepada Kapolri terkait tindakan menonaktifkan Kepala Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Gayus Tambunan selalu membuat heboh bagi kalangan media. Sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS), rekening Gayus berisi miliaran rupiah. Kali ini, Gayus diduga keluar dari Rutan Mako Brimob untuk menyaksikan turnamen tenis di Nusa Dua, Bali akhir pekan lalu.

Hal ini diketahui setelah beredarnya foto pria mirip Gayus sedang menyaksikan pertandingan tenis di Bali dan terpampang di sejumlah media massa.